Rona Pagi di Taman Bunga Matahari Dewari

Sunday, February 18, 2018


Sejak dari awal tahun 2017 lalu, ingin rasanya berada di tengah tempat yang berbunga-bunga. Kebetulan, di Bantul pun mulai banyak ditemukan kerumunan tanaman bunga. Misalnya di daerah Dlingo dengan bunga celocia pagoda yang sekarang juga mulai dibudidayakan di sekitar Pesisir Pantai Samas.

Salah satu taman bunga celocia pagoda di Hutan Pinus Mangunan, Dlingo.
Langit Jogja yang akhir-akhir ini berlukis awan abu-abu malah semakin membuatku ingin menjumpa gerombolan bunga matahari. Berharap wajah-wajah bundar yang terjaga lingkaran mahkota kuning itu bisa sedikit mengobati kerinduan pada terangnya hari.

Pilihan itu jatuh pada Taman Bunga Matahari Dewari


Suasana kesibukan salah satu pasar dengan penjagaan Gunung Merapi, perbatasan Jogja-Magelang

Pada pertengahan Februari 2018 keinginanku itu pun terwujud. Aku rela menunggu janji dengan seorang teman selama seminggu lebih. Pada hari yang telah ditentukan, aku pun rela menunggunya selama hampir setengah jam di gapura perbatasan Jogja-Magelang. 

Hari yang telah kunanti ini ternyata direstui semesta. Gagahnya Merapi pagi turut menjadi penyemangat perjalanan menuju Taman Bunga Dewari. Lokasinya tak begitu jauh dari gapura perbatasan Jogja-Magelang. Tepatnya di Desa Baturono, Salam, Magelang. 


Pintu masuk dan parkir

Begini suasana Taman Bunga Matahari Dewari ketika pagi
Akhirnya, aku kesampaian juga menginjakkan kaki di Taman Bunga Matahari Dewari. Sesungguhnya, tempat yang ramai sesak oleh kerumunan manusia seperti ini bukan menjadi tempat yang “aku banget”. Akan tetapi, aku terlanjur dibuat penasaran.

Sebenarnya, Bantul dan Kulon Progo juga telah memiliki taman bunga matahari yang serupa. Taman bunga matahari di Bantul letaknya di pinggiran deretan Pantai Samas, sedangkan taman bunga matahari di Kulon Progo berada di dekat pesisir Pantai Glagah.

Nah kalau ini adalah potret taman bunga matahari di Bantul yang awalnya difungsikan sebagai penangkal hama tanaman cabai. Ramai yaa?
Membahas tentang taman bunga matahari di Bantul, awalnya tanaman bunga matahari ini sengaja ditanam oleh seorang petani cabai sebagai penangkal hama. Eh, lama-lama keberadaannya malah memikat minat para pemburu foto. Setelah beberapa fotonya tersebar luas di media sosial, taman bunga matahari milik petani cabai itu pun menjadi amat ramai laiknya pasar raya sekaten.

Dahulu aku pernah menyempatkan ke taman bunga matahari di Bantul. Ramainya bukan main. Tiket masuknya Rp5.000 dan tarif parkirnya Rp2.000. Itu pun belum termasuk tiket masuk Pantai Samas seharga Rp5.000 per orang karena kebun bunga ini berada di kawasan Pantai Samas.

Taman Bunga Matahari Dewari, Magelang, ketika pagi, masih lumayan sepi

Masih ada Gunung Merapi :)
Berbeda dengan taman bunga matahari di Bantul dan Kulon Progo yang berada di pesisir pantai, Taman Bunga Matahari Dewari di Magelang ini letaknya berada di area persawahan dengan kepungan kesejukan pohon nyiur, Bukit Menoreh, serta Gunung Merapi.

Pagi itu, sesaat setelah Taman Bunga Matahari Dewari dibuka, seorang perempuan dengan rok renda berwarna merah berjalan menenteng topi. Langkahnya diikuti oleh seorang laki-laki yang membawa seperangkat kamera dibayar tunai. Hilir mudik para perempuan menawan dan para juru kamera tak henti-hentinya mewarnai Taman Bunga Matahari Dewari pada pagi ini.




Para perempuan tersebut ada yang bertopi, berhijab, berkacamata hitam, dan berambut lembut terurai terbelai angin pagi. Tatapan mereka fokus kepada lensa kamera di hadapannya dengan arahan pose oleh sang rekan.

Sejenak aku memperhatikan kesibukan mereka. “Hmmm apa suami tidak menyesal tak turut serta ke sini? Padahal, banyak pemandangan segar di sini,” batinku sambil tersenyum kecil. Eh, mungkin segar-segarnya bagi suami cukup dengan menyambangi curug-curug yang ia rindukan setiap musim penghujan.

Tempat dengan jembatan bambu itu biasanya digunakan untuk mengambil angle foto 



Pandanganku kembali meneliti seluk Taman Bunga Matahari Dewari. Sepertinya, taman bunga seluas 2.800 meter persegi ini memang  telah dipersiapkan secara matang oleh pengelola. Tempat ini telah ditata sedemikian rupa untuk bersiap jika sewaktu-waktu dibanjiri pengunjung.

Hamparan bunga matahari terbentang luas tanpa alang-alang yang menjadi penghalang pandangan. Lajur tanaman bunganya dibuat rapi dengan sela di antara barisnya untuk pengambilan foto. Penataan seperti ini cukup bermanfaat untuk mengurangi risiko rusaknya taman bunga karena ulah pengunjung yang menyusup-nyusup atau berguling-guling yang tidak pada tempatnya ala incess

Di beberapa titik pengelola taman telah menyiapkan kursi-kursi untuk mengambil foto dengan sudut high angle. Artinya, pengelola telah cukup menangkap dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pengunjung yang hobi berfoto.



Dalam hal kebersihan, sejumlah tempat sampah telah tersedia di antara rimbunnya bunga matahari. Papan-papan peringatan turut ditempel di beberapa tiang bambu tipis sebagai pengingat agar pengunjung tetap bersahabat menjaga taman bunga.

Pada petak lahan yang lain, semaian benih baru tanaman bunga matahari juga telah tumbuh meninggi. Mungkin barisan tanaman belum berbunga itu disiapkan sebagai regenerasi jika pendahulunya telah layu, kering dan mati. Di pinggir-pinggir, terdengar pula suara gemericik air dari parit-parit yang membuat taman bunga matahari tak pernah kehausan.




Tips untuk pengunjung Taman Bunga Matahari Dewari


Waktu Terbaik

Berkunjunglah ke sini ketika pagi hari. Saat embun belum sepenuhnya kering dari tampungan dedaunan, saat kabut tipis masih menyelimuti tetanaman, dan saat kelopak bunga matahari serempak mekar menghadap ke timur menanti pancaran mentari.

Menjelang siang, gelombang kehadiran pengunjung semakin hiruk. Bunga matahari mulai melayu, tak secerah pagi tadi. Cuaca pun bertambah menyengat dan silau. Kalau kata salah satu pengunjung: “Oh pantes puanas, lha dikeroyok matahari sebanyak ini.” Hehehehe.

Sepertinya weekend juga bukanlah waktu terbaik untuk berkunjung. Aku sempat bertanya kepada penjaga tiket Taman Bunga Matahari Dewari. Sejak taman bunga ini resmi dibuka pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2018, jumlah pengunjung dalam sehari bisa mencapai 1.200 orang. Jika seramai itu, apa ada harapan fotomu tak bocor? Huhuhu.

Karena, siang sedikit sudah seramai ini lho :p

Sabar

Hamparan Taman Bunga Matahari Dewari sangat luas, namun pengunjungnya juga tak kalah banyak. Jika menginginkan foto yang tidak bocor, cobalah sedikit bersabar atau datanglah lebih pagi. Saling pengertian dan berilah kesempatan kepada pengunjung lain untuk mengabadikan foto.


Alas Kaki

Jenis tanah di Taman Bunga Matahari Dewari adalah tanah sawah. Jadi, jika malam sebelumnya turun hujan, maka tanah becek pada keesokan hari tak bisa terhindarkan. Bagi pengunjung perempuan yang hendak ke sini harap menghindari pemakaian alas kaki berhak tinggi. Karena bisa jadi akan menyiksa diri.

Contoh salah satu bunga matahari yang menjadi korban keganasan buuuibu. Dijumputi kwacinya :(

Menjaga

Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan dan juga keindahan Taman Bunga Matahari Dewari. Tempat sampah sudah tersedia di mana-mana. Pun tulisan peringatan untuk tidak memetik dan merusak taman.  

Sayangnya, masih saja ada pengunjung yang nakal. Aku sempat menyaksikan sekelompok buuuibu sedang asyik menjumputi biji bunga matahari di salah satu bunga. Jika niatnya menginginkan biji bunga matahari, mungkin bisa memesan kepada pengelola dengan harga Rp25.000.

***


Jadi, bagaimana? Perempuan itu kan suka keindahan. Sebagai salah satu simbolnya adalah bunga-bunga. 

Nah, coba saja ajak perempuanmu ke sini. Kirimkan dia salah satu foto hamparan luas Taman Bunga Matahari Dewari. Kemudian sisipi dengan kalimat ajakan ala kamu, misalnya

"Dik, mau nggak tak antar ke sini? nanti tak fotoin deh."

Maka dia akan menjawab:
~ Waaah di mana itu? Baguuss...aku mauuu... Yuuk kapaan ke sana?

~ Iya deh nanti kapan-kapan tak ngajak temen aku juga biar nggak berdua aja.

~ Aku maunya bunga bank mas. *Riba dekk*

~ Aku maunya diajak belanja ke MATAHARI* mas! lebih adem! Takutnya tambah item kalau diajak panas-panasan begitu.

~ Halah jangan kebanyakan modus mas, mending buruan halalin aku. *lari kenceng gandeng tangannya ke KUA*

Namanya juga usaha. Ya usaha dulu aja. Modalnya optimis dan niat baik.

Oh ya, tips di atas hanya untuk orang-orang yang tak punya hobi: membuat berbunga-bunga, kemudian melayukan sebelum mekar.

Yasudah kalau dia menolak. Ke Taman Bunga Matahari Dewari sendirian juga tak masalah. Kalau cuma mau mencari obyek untuk dijadikan model, aku yakin di sana ada banyak dan bertebaran. Siapa tahu lho malah dapat kenalan?

Dwi, Tirta, Noveria. Dokumentasi oleh: Mbak Mardiya :)

***

 “Jadi kapan terakhir hatimu berbunga-bunga?”

Info lebih lanjut tentang Taman Dewari:

Buka: Setiap hari pukul: 08.00-18.00
Alamat: Desa Baturono, Salam, Magelang, Jawa Tengah.
Harga Tiket Masuk: Rp5.000

Info sama dengan yang tertera di instagram: @tamandewari

Terima Kasih Sudah Berkunjung

30 comments

  1. (((dijumputi kuacinya)))
    Mbak mbak satu ini memang yaa, sampai Magelangpun :')
    Ku tiap hari lewat yang Glagah Kulon Progo mbak tapi belum pernah mampir. Nggada yang motoin sih :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa dijumputin cobaa :( kan syedih mreteli gitu bungane wkwk
      Iya, habisnya penasaran aku. Kayanya yang paling luas saat ini yang Magelang ini Rin...
      Kamu mah tak tanyain yang Glagah pakai konfirm dulu sama temen *eh

      Delete
  2. Kalau saya sepertinya lebih deket ke daerah Glagah ini, daripada harus ke Magelang. Baiklah, pankapan cus ke Glagah, sekalian ngajak 'adek' biar hatinya berbunga-bunga. *padahal ora ndue adek*

    Tak kira itu kwaci dipritili buat dijadiin snack selama keliling kebun bunga mbak. Tapi sepertinya bukan ding. Lebih masuk akal kalau buat dijadiin benih / ditanem ding, ya? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Punyaa lah mas, adek ketemu gede hehehehe. Segerakan cari model fotonya yaaa :))
      Kalau kwaci yang itu kayanya diolah dulu mas biar asin-asin dikit :p

      Delete
  3. Aku fokus itu foto terakhir yang tengah *eh
    Emang saiki foto-fotomu apik je. Menular ilmu dari suami akkakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia masih available lhoo saat ini wkwk. Haa makasih mas, aku masih nubi lhoo, tiap motret aja masih salah fokus dan miring-miring :(

      Delete
  4. Mbak Dwi tulisane wes ke Mas Mawi Mas Mawian wkwkwk
    “Hmmm apa suami tidak menyesal tak turut serta ke sini?" sekarang saitik saitik nggowo suami eh. Sombong anda yhaaa :((

    Biaya masuknya jauh lebih murah dari yang di KP ya, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas apakah kamu tahu sebelum artikel satu ini terbit telah melewati proses editingnya dia?
      Kata ganti "dia" aja diganti jadi "suami" kok wkwk
      Mungkin biar aku sadar wes nikah, jadi begitu :')

      Nah kalau yang di KP aku malah belum pernah e mas. Coba kita tanya Riniarr wkwk

      Delete
  5. foto bunganya bagus2...
    ada foto bertiganya juga, mau komentarin gak berani,, hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasiih :)
      Wkwk kenapa nggak berani mas? :D

      Delete
  6. hello Mba Dwi, salam kenal. nama ku Tata, aku rencana bulan maret mau kesa solo travel. bisa bantu info jika dari Jakarta ke lokasi lebih enak naik kereta atau bus ya mba? mohon pencerahan nya... thanks in advance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba Tata, salam kenal kembali. Terima kasih sudah menyempatkan membaca artikel ini :)

      Hmmm sebenernya lokasi Taman Bunga Matahari Dewari itu sama-sama jauh dari stasiun ataupun terminal. Lebih amannya sih menggunakan kendaraan pribadi, karena lokasinya masuk-masuk jalan desa hehehe. Namun jika Mbak Tata menghendaki naik bus, nanti dilanjut naik gojek, grab, dan lainnya.

      Jika misal mbak Tata masih ada pertanyaan, bisa via email: dwisusanti246@gmail.com
      terima kasih mbak :))

      Delete
  7. Wow.. Sekilas pas pertama lihat fotonya tadi kirain di Bantul hlo..
    Eh, ternyata di Magelang ya.. Boleh ni besok main ke sini.. hehe

    Semoga aja nggak hancur kayak kebun amaris di GK dulu, meski udah ada yang rusak juga sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, yang ini adalah Taman Bunga Matahari Dewari Magelang. Tamannya lebih luass, mungkin karena pengelola sudah mempersiapkan matang-matang taman bunga ini.

      Aamiiin, semoga pengunjung mengindahkan :))

      Delete
    2. Rencana mau ke sono weekend ini mbak..
      Semoga cuaca mendukung... Aamiin

      Hatur nuhun infonya

      Delete
    3. Aaamiin ya Rabb, ohya jangan lupa bawa model :p

      Delete
  8. Sang putri di bawah hamparan bunga matahari yang telah menguning. Tampak indah untuk di lihat dari kejauhan.

    ReplyDelete
  9. ya ampun, banyak dan luas banget mbaaaak! Cantiik, sungguhan.
    di Kediri juga ada kebun bunga matahari, hanya saja tidak seluas ini. Aah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sil, aku juga sukaa soalnya luas hamparannya :))
      Pinter-pinter nyari sudut biar kalau foto nggak bocor wkwk

      Delete
  10. Cakepnya :') bunga-bunga matahari yang indah kayak di komik-komik serial cantik haha. Semoga one day bisa kesana juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... InsyaAllah season 2 berbunga lebih wah lagi mba... Sekitar Mei, marii berkunjung

      Delete
  11. Aku lagi nunggu bunga matahari di lokasi ini bermekaran lagi,kak 😁
    Kemarinnya belom sempet kesana.

    Apik yaa ...lihat deretan bunga bermekaran kayak gitu ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nunggu yang season 2 kak hehehe
      Besok ke sananya bawa model cewek deh buat modelnyaa :p

      Delete
    2. Kalo model ceweknya ngga nemu juga ... di lokasi motret bunganya aja 😃

      Delete
    3. Ehehe... Iya, bunganya aja udah cantik

      Delete
  12. WAh ini yang biasanya digandrungi para cewek cewek ya mbak, btw sebenere ane juga pengen kesana, cuma masalahnya belum ada temen cewek yg ready. Kalau kesana cowok cowok mah enggak lucu kan ya... Hahaha,, ya syukur-syukur bisa kesana bareng pacar halal dunia akherat :D #Ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah dibuka lagi yang season 2 mas.. Agendakan saja,siapa tahuu dari sini berlanjut jadi teman halal dunia akhirat :p
      Aamiin

      Delete
  13. Ternyata awalnya untuk mencegah hama toh. Nyatanya karena sosmed jadi destinasi wisata hits hihihi :) Kece sih yaa tempatnya..

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yang di Bantul mbak, kalau Dewari ini memang dari awal dibuat untuk wisata :))

      Delete